Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad rencananya akan berkunjung ke Libanon pekan depan. Kunjungan itu menimbulkan keprihatinan pemerintah AS dan Israel. Pemerintah AS bahkan telah mengingatkan pemerintah Libanon mengenai risiko kunjungan itu.
Pemerintah Israel gencar membujuk pejabat-pejabat Libanon untuk membatalkan kunjungan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad ke negeri itu pekan depan. Kunjungan itu disebut Israel sebagai tindakan provokasi.
Panglima UNIFIL Mayor Jenderal Alberto Asarta Cuevas berkunjung ke Markas Satgas Batalyon Mekanis TNI di Libanon. Cuevas memuji tindakan anggota TNI saat terjadinya kontak senjata antara Libanon dan Israel pada 3 Agustus lalu.
Pejabat-pejabat pemerintah Israel mengkritik pasukan perdamaian UNIFIL menyusul pertempuran di perbatasan Israel dan Libanon. Israel bahkan mengkhawatirkan dukungan pasukan Indonesia pada Libanon.
Media massa Libanon menuding 2 personel TNI yang tergabung dalam UNIFIL, melarikan diri dari pertempuran di perbatasan pada 3 Agustus. Mereka menuduh pasukan TNI tidak mampu mencegah kontak senjata antara pasukan Israel dan Libanon.
2 Orang prajurit UNIFIL dari TNI yang berusaha mencegah adu tembak di perbatasan Libanon bernama Kopral Dua (Kopda) Zulkarnain dan Prajurit Kepala Oksan. Keduanya tergabung dalam Kontingen Garuda XXIIID di bawah UNIFIL.
2 Personel pasukan perdamaian Indonesia akhirnya gagal mencegah bentrok senjata Israel-Libanon yang menewaskan 5 orang. UN Interim Force in Lebanon (UNIFIL) mengakui pasukan Indonesia ada dalam posisi sulit.
Media-media Libanon mengecam tentara perdamaian Indonesia dari UNIFIL yang pergi dengan taksi menyusul bentrok pasukan Libanon dan Israel. UNIFIL pun memberikan pembelaan habis-habisan kepada tentara Indonesia.
Dua anggota TNI yang menjadi pasukan perdamaian UNIFIL di Libanon dituding oleh Hamas, melarikan diri saat terjadi kontak senjata pasukan Israel dan Libanon di perbatasan Libanon. Daerah kontak senjata memang wilayah jaga TNI.