Sudah 3 hari para menteri 'Kabinet Kerja' yang dibentuk Presiden Joko Widodo memulai kegiatannya. Seabrek pekerjaan sudah menanti para menteri tersebut, tak terkecuali Menteri Anies Baswedan.
Sejuta rasanya. Manis, asam, asin, semua ada. Mirip iklan pernen nano nano. Begitulah yang saya rasakan ketika menyimak nama-nama menteri yang diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), kemarin sore (26/10/2014).
Kemeriahan selebrasi yang mengiringi pelantikan Jokowi-JK 20 Oktober lalu, mungkin adalah yang pertama sepanjang sejarah pemilihan presiden langsung di Indonesia. Namun sebesar apapun gelombang euforia publik, hukum besi politik tidak akan berubah.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dilantik kemarin, kabarnya akan mewartakan nama-nama menterinya pada Selasa (21/10/2014) sore atau malam nanti di salah satu pelabuhan di Jakarta.
Poster bergambar Presiden/Wapres Jokowi-JK belum beredar di toko-toko alat tulis dan perlengkapan. Belum tersedianya poster baru ini terjadi di sejumlah pasar di Jakarta Timur.
Hari ini, Jokowi mengikuti acara yang sangat padat. Mulai dari pelantikan di Gedung DPR/MPR, long march ke Istana Merdeka, hingga bertemu tamu dari luar negeri. Dari semua rangkaian itu, apa yang paling istimewa bagi Jokowi?
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tak bertemu dengan Presiden ke-6 SBY di acara pelantikan Jokowi. Putri Megawati, Puan Maharani, mengatakan kedua tokoh itu tak bertemu karena jarak keduanya jauh.
Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa ikut menyaksikan langsung pelantikan Jokowi-JK. Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri bicara soal kehadiran dua tokoh itu.
Wakil Sekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan melontarkan kritik terkait acara pesta rakyat usai pelantikan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Menurut Pohan, seorang presiden seharusnya bekerja, bukan berpesta.