Selain memenuhi biaya kuliah, hasil kerja kerasnya pun bisa ia gunakan untuk banyak hal, terutama meringankan beban orang tua dan mempersiapkan masa depannya.
Deputy Head of Public Affairs, Grab Indonesia, Tirza Reinata Munusamy mengatakan saat ini ada 700 orang dengan disabilitas di Asia Tenggara yang berwirausaha.