Putra mendiang Shah Iran yang digulingkan, Reza Pahlavi, meminta Presiden AS Donald Trump untuk segera turun tangan seiring aksi protes terus berlanjut di Iran.
Otoritas Iran dilaporkan telah mengeksekusi mati setidaknya 1.639 orang sepanjang 2025. Angka itu tercatat sebagai jumlah tertinggi sejak tahun 1989 silam.
Warga AS melakukan demo besar-besaran di AS, menyerukan 'No Kings' sebagai protes atas kebijakan Donald Trump. Merespons hal itu, Trump mengunggah video AI.