Hujan deras yang mengguyur Palembang, Sumatera Selatn pada Kamis hingga Jumat (4-5/3/2010) dini hari, membuat hampir semua kawasan rendah di Palembang tergenang air. Sementara kawasan yang terkena luapan air Sungai Musi kian jauh dari surut.
Setelah hujan turun selama dua bulan, Palembang akhirnya banjir. Banjir antara lain terjadi di Jalan Mataram, Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati, Palembang. Banjir ini akibat pasangnya sungai Musi, yang tingginya mencapai pinggang orang dewasa.
Banjir yang terjadi di beberapa daerah di Sumatera Selatan akibat meluapnya air sungai Musi membuktikan program Revitalisasi Sungai Musi sangatlah mendesak dilaksanakan.
Banjir di kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan akibat luapan air sungai Komering dan hujan belum juga surut. Bahkan banjir telah meluas ke sejumlah desa dalam Kecamatan Madang Suku II.
Sumatera Selatan terus dikepung banjir. Muaraenim, OKU Timur, Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Musirawas, merupakan daerah yang dilanda banjir selama musim penghujan ini.
Seratusan warga Desa Patratani Kecamatan Gelumbang, kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan, mengungsi ke Palembang, Jumat (19/02/2010) sore. Ini dikarenakan desa mereka tenggelam karena banjir.
Sungai Komering yang mengalir di kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatra Selatan, meluap. Akibatnya pemukiman di sekitar sungai itu tergenang air hingga satu meter.
Jalan lintas tengah (jalinteng) Sumatera yang melintasi Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, putus karena gorong-gorongnya jebol sedalam lima meter. Akibatnya arus transportasi lumpuh total.