Keluarga 4 tahanan yang dieksekusi anggota Kopassus di LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta bersama Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menuntut negara secara ksatria mengusut kasus itu.
Keluarga 4 tahanan LP Cebongan, Sleman, yang diserang anggota Kopassus bertemu dengan Komnas HAM. Mereka mendesak Komnas HAM membawa kasus tersebut hingga ke pengadilan HAM ad hoc.
Massa 'Anak Kolong Bergerak' cs mendemo Komnas HAM, mendesak lembaga bentukan pemerintah itu tidak mendukung preman yang dibunuh anggota Kopassus. Menanggapi ini, Komnas HAM menegaskan pihaknya tidak mendukung preman.
"Di pasar Beringharjo semua bilang syukur alhamdulillah premannya sudah mati. Isih okeh ning kene, tembaki kabeh wae. (Masih banyak di sini, tembak saja semuanya). Jadi masyarakat merasa tertolong," tegas Hendro.
Anggota Komisi III DPR Ahmad Basarah meminta Kapolres Poso AKBP Sisnadi menindak tegas oknum polisi yang memperkosa tahanan perempuan. Kasus ini mencoreng institusi Polri.
TNI, Polri, dan Komnas HAM masing-masing membentuk tim investigasi kasus penyerangan Lapas II B Cebongan, Sleman. Ketiganya dinilai akan lebih baik jika bergabung.