Konflik di Suriah terus menelan korban jiwa. Menurut utusan khusus PBB-Liga Arab, krisis itu sedikit demi sedikit menghancurkan Suriah dan Dewan Keamanan PBB harus segera bertindak.
Konflik di Suriah telah mencapai tingkat kengerian tak terperi, kata delegasi perdamaian PBB Lakhdar Brahimi, beberapa jam setelah bukti pembantaian di Aleppo mengemuka.
Di tengah maraknya pemberitaan mengenai konflik yang melanda Suriah, ada berita mengenai ibu negara Suriah, Asma al-Assad. Istri Presiden Bashar al-Assad itu sedang hamil anak keempat.
Konflik Suriah terus berlangsung. Presiden Amerika Serikat Barack Obama pun mengakui kalau dirinya tengah bergumul dengan pertanyaan mengenai perlu tidaknya intervensi militer AS di Suriah.
Pemerintah Iran menentang keras kemungkinan intervensi militer asing dalam konflik Suriah. Bahkan ditegaskan, setiap serangan terhadap Suriah berarti serangan terhadap Iran.
Konflik Suriah berimbas pada keluarga Presiden Bashar al-Assad. Ibunda Assad pun memutuskan untuk meninggalkan negeri itu dan bergabung bersama putrinya di Dubai, Uni Emirat Arab.
Menteri Luar Negeri Suriah, Walid Muallem meminta kelompok oposisi melakukan dialog namun dia mengatakan dialog itu tidak akan menyinggung soal masa depan Presiden Bashar al-Assad.