"Potensi kerugian global akibat kejahatan cyber akan melonjak dari US$ 8,4 triliun pada 2022 akan menjadi US$ 23,8 triliun di 2027," kata Filianingsih.
Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), Pandu Sjahrir, menargetkan Indonesia sebagai pemain utama dan penentu standar masa depan industri di Asia.