"Sebenarnya kegiatan (Reuni 212) ini adalah kegiatan kampanye, kampanye Pak Prabowo yang menggunakan agama dan simbol-simbol agama sebagai alat," kata Karding.
Bawaslu ikut memantau jalannya Reuni Akbar Mujahid 212. Dari pengamatan televisi, anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo menyatakan tak ada unsur pelanggaran.
"Emang kenapa kalau kita menyatakan 2019 ganti presiden? Emang di mana salahnya, di mana letak kesalahannya? Dari sudut UU juga nggak ada," ujar Fadli.