Ormas Nasional Demokrat (NasDem) menganggap mundurnya ratusan kader Partai NasDem sebagai hal yang wajar. Keanggotaan NasDem adalah sukarela, jadi mundur dengan sukarela pun ya silakan saja.
Tidak lama waktu yang dihabiskan ratusan kader NasDem untuk menyatakan pengunduran dirinya di kantor DPP NasDem. Setelah berorasi plus aksi lempar kaos NasDem dan robek kartu tanda anggota (KTA) partai, massa pun membubarkan diri.
Pengurus NasDem DKI Jakarta beserta ratusan massa menggeruduk Kantor DPP NasDem untuk menyatakan pengunduran diri. Namun dalam aksi yang berlangsung sekitar 30 menit itu tak ada pengurus DPP NasDem yang menemui peserta aksi.
Suasana kantor DPP NasDem di Jl RP Soeroso, Gondangdia, Jakarta Pusat, tampak berbeda siang ini. Terlihat 7 truk polisi dikerahkan untuk melakukan penjagaan di kantor partai yang diketuai Patrice Rio Capella itu.
Kabar mundurnya sejumlah pengurus dan anggota Partai NasDem di DKI Jakarta dibenarkan pengurus DPP NasDem. Namun jumlahnya tak mencapai ribuan. Malah, mereka mengklaim ada tambahan ribuan anggota baru.
Pengunduran diri massal akan dilakukan ribuan anggota Partai NasDem se-DKI Jakarta. Mereka akan mengantar para pengurus NasDem DKI dan Jakarta Raya ke kantor pusat NasDem dan mengembalikan kartu tanda anggota (KTA).
Sepeninggal Hary Tanoesudibyo, NasDem disebut kehilangan salah satu pendananya. Namun rupanya janji untuk mendanai calegnya sebanyak Rp 5 miliar tak berubah.
Partai NasDem baru saja bergembira karena menambah anggota baru dengan bergabungnya Enggartiasto Lukita, OC Kaligis dan 43 aktivis '98. Namun ada juga kabar duka yang mengiringi kegembiraan itu. Hari ini, pengurus Partai NasDem Singapura mengajukan pengunduran diri.