Pada 1990-an, kesepakatan sebagian besar negara melarang ranjau antipersonel dianggap sebagai pencapaian besar. Namun, perang Rusia-Ukraina mengubah situasi.
Kapal perang Rusia menembakkan dua suar ke arah helikopter militer Denmark di atas Laut Baltik. Insiden ini mendorong Kopenhagen memanggil Duta Besar Rusia.
Blokade Selat Hormuz bikin Irak kesulitan mengekspor minyak, sumber utama pendapatan negara untuk membiayai sektor publiknya yang besar. Protes pun bermunculan.
Trump mengatakan bahwa perang melawan Iran akan berakhir "dalam waktu dekat". Dia memprediksi harga minyak akan anjlok begitu konflik tersebut berakhir.
Korut dapat menjalankan berbagai proyek yang selama ini sulit diwujudkan karena dana terbatas, berkat keuntungan dari keterlibatan dalam perang Ukraina.
Menlu Rusia, Sergei Lavrov, menuduh Jerman "ingin perang lagi" saat kedua negara terlibat ketegangan terkait insiden penyerbuan drone di bandara Leipzig.