Korut melakukan uji coba senjata selama tiga hari, termasuk rudal balistik dan bom tandan. Uji coba ini bertujuan untuk meningkatkan sistem senjata mereka.
Sebagian besar pekerja IT Korut menginginkan gaji mereka dikirim kembali ke negaranya, namun dalam beberapa kasus mereka meretas sambil meminta tebusan.
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un memantau uji coba darat mesin roket berbahan bakar padat dan tank baru untuk meningkatkan pengembangan militer Korea Utara.
Kim Yo Jong, adik Kim Jong Un, mengejek Korsel yang disebutnya terpaksa mengurangi skala "latihan perang yang sangat mereka sukai" kareana perintah Trump.
Dua tentara Korea Utara yang ditangkap di Ukraina meminta direlokasi ke Korea Selatan, alih-alih menghadapi konsekuensi berat jika dipulangkan ke negaranya.