Iran mengutuk serangan terbaru AS yang dianggap merusak upaya diplomatik. Kementerian Luar Negeri Iran menyebutnya ancaman serius bagi perdamaian internasional.
Garda Revolusi Iran menyerang fasilitas militer AS di Teluk, memicu kecaman dari Oman, Kuwait, dan Qatar. Serangan ini dianggap eskalasi berbahaya di kawasan.
Iran menolak proposal damai AS, memperketat aturan di Hormuz dan mengancam kapal negara pendukung sanksi. Trump menyebut itu "sama sekali tidak dapat diterima".
Dubes Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengapresiasi pemerintah Indonesia atas kesediaan menjadi fasilitator perdamaian konflik AS-Israel dengan Iran.