Minimnya informasi dan buruknya kondisi kamp pengungsi membuat kaum lansia Rohingya rentan terpapar COVID-19. Kamp pengungsi tak miliki fasilitas medis memadai.
Pemerintah Belanda berupaya menerapkan karantina wilayah secara cerdas atau disebut "intelligent lockdown". Namun, penyebaran wabah virus corona begitu cepat.