Dua hari lalu, Wali Kota Jakut Bambang Sugiyono memanggil Lurah Warakas Mulyadi. Di hadapan sang Wali Kota, Mulyadi mengaku khilaf memprotes lelang jabatan lantaran sedang didera sakit jantung.
Lurah Warakas Mulyadi bisa bersilat lidah dan membantah memiliki rusun di Marunda. Tetapi fakta membuktikan, sang lurah punya satu unit rusun di Blok Pari.
Kabar tak sedap menerpa Lurah Warakas Mulyadi. Lurah yang sempat memprotes lelang jabatan ini disebut-sebut punya rusun di Marunda. Isu itu sampai ke telinga Jokowi. Apa komentarnya?
Permintaan maaf Lurah Warakas Mulyadi justru membuat Jokowi bertanya-tanya. Bagi dia, protes sang lurah atas kebijakan lelang jabatan itu bukanlah suatu masalah.
Lurah Warakas, Mulyadi siap mengikuti lelang jabatan yang digelar Pemprov DKI Jakarta. Dia patuh dan ikut perintah Jokowi untuk menjalani seleksi tes. Bagaimana bila gagal?
Lurah Warakas, Mulyadi memberi penjelasan seputar isu penolakan lelang jabatan. Dia menegaskan tak pernah menolak kebijakan Jokowi-Ahok itu. Dia hanya mempersoalkan kata lelang.
Lurah Warakas Mulyadi kembali membuat langkah mengejutkan. Setelah sebelumnya berencana menggugat lelang jabatan camat dan lurah ke Mahkamah Konstitusi (MK), kini dia berubah pikiran. Dia siap ikut tes.