Ketika Sony lebih sibuk membanjiri E3 dengan game anyar, Microsoft justru fokus dengan perangkat kerasnya. Setelah kontroler elite terbaru Xbox One yang dibanderol USD 150, selanjutnya Microsoft dengan bangga mengumumkan kerjasamanya dengan Valve.
Sony tampil habis-habisan di ajang Electronic Entertainment Expo (E3) 2015. Sederet produk baru diumbar raksasa teknologi asal Jepang itu mulai dari The Last Guardian, Hitman, Street Fighter 5, Final Fantasy VIImemboyong Headset VR Morpheus.
Oculus resmi menguak detail dan desain akhir dari perangkat headset virtual reality miliknya, Oculus Rift. Di samping kompatibel dengan kontroler Xbox One, Oculus Rift juga memiliki kontroler khusus Oculus Touch. Seperti apa?
Menjelang akhir presentasi di pembukaan konferensi Google I/O 2015, Google memperkenalkan sebuah hal baru yang mereka sebut sebagai Jump. Yaitu sebuah ekosistem untuk memproduksi video virtual reality (VR).
Melalui headset virtual reality (VR), Google menjanjikan proses belajar mengajar di ruang kelas akan lebih asyik. Para murid bisa menjelajahi dunia bahkan alam semesta dalam kondisi seperti nyata tanpa perlu kemana-mana.
Meski waktu perilisannya sudah terungkap -- Q1 2016 -- harga Oculus Rift masih simpang siur. Sampai akhirnya CEO Oculus VR Brendan Iribe akhirnya membuka tabir harga perangkat virtual reality itu.
Kualitas layar untuk bisa dianggap terbaik, harus memenuhi beberapa kriteria. Tidak bisa kita hanya bilang layarnya sudah memiliki resolusi QuadHD atau sudah IPS -- bahkan gorilla glass tidak ada hubungannya dengan kualitas gambar pada layar. Lantas?
Untuk yang kesekian kalinya, produsen headset virtual reality Oculus harus menghadapi tuntutan perkara hukum. Kali ini sebuah tuduhan serius dialamatkan kepada pencipta Oculus Rift sekaligus founder dari perusahaan itu sendiri.
Sony sangat ambisius dalam menggarap headset virtual reality pertamanya, Project Morpheus. Raksasa teknologi Jepang itu sampai membuka studio baru guna pengembangan game khusus untuk perangkatnya tersebut.