Kementerian Perdagangan siap siaga dan akan melakukan antisipasi salah satunya dengan memaksimalkan bantuan Angkatan Darat (AD) dan Angkatan Laut (AL) distribusikan pasokan barang.
Banjir yang masih merendam Tol Merak-Tangerang berimbas kepada kemacetan di sepanjang ruas jalan tersebut. Bahkan kemacetan yang terjadi sejak Kamis (10/1) sore sudah mengular sepanjang 15 km.
Tol Merak-Tangerang yang terendam banjir sejak Kamis (10/1) dini hari hingga saat ini masih belum dapat dilalui. Ketinggian banjir masih setinggi 1 meter. Petugas masih berupaya melakukan evakuasi terhadap beberapa kendaraan yang terjebak banjir.
Banjir yang melanda wilayah Banten tidak saja merendam jalan tol Merak-Tangerang, tapi juga pemukiman warga di sekitar tol tersebut. Terutama di dekat Sungai Ciujung. Hingga kini, warga masih mengungsi. Mereka diprediksi bisa kembali ke rumah masing-masing dalam tiga hari mendatang.
Tol Merak-Tangerang hingga malam ini masih terendam air akibat luapan Sungai Ciujung, Serang, Banten. Namun begitu, debit air yang menggenangi jalan tol tersebut sudah mulai berkurang. Diprediksi jalan bebas hambatan itu sudah bisa kembali dilintasi kendaraan pada Jumat pagi.
Hujan yang terjadi sejak Ahad lalu menyebabkan banjir di Banten meluas. Tinggi banjir makin bertambah karena Sungai Ciujung dan anakanak sungainya, Sungai Ciliman, Sungai Cilember, Sungai Cidurian, dan lainnya, meluap.
Puluhan rumah di sekitar Tol Merak-Tangerang, terutama di dekat Sungai Ciujung, terendam banjir. Hanya atap yang terlihat. Warga mengungsi di ruas tol.