Kamis (29/3) malam lalu, suasana di depan kampus UPI-YAI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat tampak mencekam. Ratusan mahasiswa melakukan aksi bakar ban dalam demo menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) itu.
Beberapa hari terakhir ini demonstrasi marak terjadi di Jakarta. Beberapa demonstrasi malah berakhir ricuh. Polda Metro Jaya pun berjanji akan mengevaluasi anggotanya dalam penanganan demo.
Kerusuhan dalam demonstrasi menolak kenaikan BBM di DPR tidak saja menimbulkan korban luka. Seorang anak usia 2,5 tahun dinyatakan hilang karena terlepas dari tangan ibunya ketika terjebak dalam kerusuhan itu.
Aksi demonstrasi massal terjadi di Tepi Barat, Palestina. Bahkan para demonstran Palestina bentrok dengan pasukan Israel di Kota Qalandiya, sebelah utara Yerusalem hari ini.
Demonstrasi yang terjadi di Jakarta rupanya berimbas pada jam kantor para pegawai di kawasan ruas jalan protokol Jalan Jenderal Sudirman- MH Thamrin. Ada perusahaan yang pulang lebih awal.
Usai salat Jumat, ratusan mahasiswa berkumpul dan berorasi di depan kampus IAIN Walisongo Semarang, Jateng. Mereka memblokir lagi jalan dengan cara membakar meja, kursi, dan ban di jalur Pantura Jateng. Polisi menembakkan gas air mata.
Sekitar 200-an orang dari Koalisi Nasional Mahasiswa Indonesia (Konami) kembali berunjuk rasa. Kali ini fokus di depan Fakultas Kedokteran UI, Salemba, Jakarta Pusat.
Demo besar penolakan kenaikan harga BBM diperkirakan akan terjadi lagi Jumat mendatang. PMI akan mengerahkan ambulans dan helikopter yang dimilikinya untuk melakukan evakuasi korban-korban demo itu.
Aparat Kepolisian Daerah Metro Jaya belum mengindikasikan adanya potensi kerusuhan dalam aksi demo penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyal (BBM) hari ini. Meski begitu, polisi tetap mewaspadai kemungkinan kerusuhan dalam unjuk rasa tersebut.