Arus modal asing semakin deras ke emerging market sehingga menyebabkan dolar AS melemah terhadap mata uang Asia dan juga dunia. Dolar AS tercatat melemah 5,4% atas mata uang utama dunia.
Bursa Wall Street menutup September ini dengan catatan kenaikan terbesar sejak 1939. Namun sebagian analis tetap menilai kenaikan pada September ini tidak merefleksikan optimisme yang sesungguhnya.
IHSG dan rupiah kembali menguat di akhir pekan lalu. Investor asing seakan-akan belum bosan untuk memborong portofolio investasi di Indonesia seiring banyaknya berita positif global.
Harga emas kembali melonjak dan semakin mendekati level psikologis US$ 1.300 per ounce. Demikian pula harga perak yang nyaris mendekati harga tertingginya dalam 30 tahun terakhir.
Pelemahan saham-saham teknologi akhirnya menyeret bursa Wall Street ke teritori negatif. Investor juga mendapatkan sentimen negatif dari pernyataan Bank Sentral AS.
Bank Indonesia (BI) belum percaya penuh AS telah berhasil keluar dari resesi ekonomi. Menurut BI ketidakpastian ekonomi di AS masih ada dan belum hilang sepenuhnya.
Gerak IHSG yang fluktuatif diprediksi masih akan berlangsung hingga perdagangan Rabu (22/9/2010) ini. Investor masih akan fokus melihat gerak bursa regional.