Jalan lain yang juga rusak parah yang biasa saya lalui antara lain Jl Dewi Sartika, Jl Tanah Baru, Jl Bunggur Raya, Jl Kembang Lio, Jl Camar Raya, Jl Nusantara Depok 1, dan Jl Majapahit Depok II.
Menggali lubang, setelah urusan kelar, lupa nutup. Atau kalaulah ditutup, nutupnya tidak rapi. Galian ini bisa menjadi tempat sampah, digenangi air lalu jadi sarang nyamuk DBD.
Kisah aspal mulus Pantura berakhir di Indramayu. Mulai dari Cirebon sampai Brebes, jalan aspalnya bergelombang. Hati-hati jika memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi.
Meski tidak dibenarkan hukum, tampaknya "menyita" sementara SIM dan STNK penabrak sudah menjadi tradisi yang dilakukan para korban tabrakan. Berikut kisah sebagian pembaca:
Memasuki Provinsi Sulawesi Tengah, jalan Trans Sulawesi mulai terasa bergelombang dan berlubang-lubang. Namun ternyata itu belum seberapa. Memasuki Provinsi Sulawesi Barat lebih parah lagi.
Ironis. Di depan Plasa Cibubur yang merupakan perbatasan Bekasi-Depok terdapat Billboard dengan konten lebih kurang: "Terima kasih, pajak yang anda bayarkan adalah untuk pembangunan Kota Bekasi". Padahal persentase jalan rusak di Bekasi 85%.