Pagi cerah dan udara hangat. Keceriaan mengiringi perjalanan kami ke Cianjur. Menelusuri kebun teh, mencicipi teh Walini yang harum plus dodongkal yang pulen wangi. Semangat dan antusiaspun berlanjut saat berebut nasi berureum seungit yang hangat mengepul. Semuanya licin tandas berikut ayam honje dan semur jengki. Raos pisan euy!
Setelah sempat deg-degan dengan cuaca yang tak bersahabat, akhirnya tim detikfood menarik nafas lega melihat sang surya bersinar dengan indahnya. Toer de Cianjur pun belangsung mulus.
Rata-rata pengungsi Gunung Kelud merasa stres dan depresi, beda dengan pengungsi yang berada di wilayah pabrik gula pesantren PTPN X Kediri, kebutuhan hidupnya lebih enak.
Sudah berapa lama Anda tinggal di Jakarta? Pernahkah Anda mencicipi pecak salak, sayur gabus pucung, pecak gurame, atau nasi bukhari? Sederetan nama hidangan khas Betawi tersebut ada di berbagai pelosok Jakarta. Pengaruh budaya Cina, Arab, India dan Portugis menjelma dalam hidangan unik khas Betawi. Andapun bisa mencoba memasaknya sendiri melalui resep-resep di buku ini.
Juwita Bahar rupanya punya kebiasaan unik kalau makan. Ia mengaku tak bisa jauh-jauh dari jengkol. Buka puasa dan sahur pun Juwita selalu setiap ditemani jengkol.
Bagi orang yang tetap aktif bekerja dan berhubungan dengan banyak orang selama bulan Ramadan, ada satu hal yang kerap dicemaskan. Apalagi kalau bukan masalah bau mulut.
Punya anak menderita asma, Cut Keke tentu harus selalu waspada. Dari sekian banyak hal yang diwaspadi, ada satu yang diutamakan bintang sinetron 'Juragan Jengkol' itu, siaga terhadap bencana.
Kejadiannya di pelosok kota Medan, tepatnya di sebuah pasar sayuran. Melibatkan Ucok yang kebetulan harus belanja sendiri karena isterinya bunting dan ngidam steak-Jengkol. Karena seumur hidupnya Ucok belum pernah melihat Jengkol maka pusinglah dia mencari itu barang.