Universitas Johns Hopkins menyebut jumlah infeksi COVID-19 di dunia telah mencapai 1 juta orang. Sementara, puluhan juta orang di dunia kehilangan pekerjaan.
Komisi Uni Eropa mengusulkan inisiatif bantuan baru € 100 miliar setara Rp 1.790 triliun (Rp 17.800) sebagai pinjaman ke negara-negara yang membutuhkan dana.