Banjir di berbagai daerah Jabodetabek berimbas pada padamnya listrik, akibatnya jaringan telekomunikasi dari tiang pemancar atau BTS pun ikut terdampak.
Nihil sinyal di daerahnya membuat penduduk desa Aewora harus berjuang untuk mendapatkan layanan telekomunikasi. Sampai ada istilah pohon sinyal dan batu sinyal.
Kerinduan warga Desa Aewora, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, untuk memperoleh jaringan telekomunikasi dan internet yang lancar, akhirnya kesampaian.
Para pendemo di sekitar gedung DPR MPR mengeluhkan sulitnya terkoneksi dengan internet, alhasil banyak yang menduga pemerintah tengah mencekik aksesnya.