Pegawai LP Cebongan, Tri Widodo, bersaksi di sidang. Ia menceritakan kekerasan yang dialaminya. Saking paniknya, ia sampai tidak bisa membuka blok 4 tahanan ditempatkan.
Sidang penyerangan LP Cebongan Sleman kembali menghadirkan petugas LP sebagai saksi. Seorang saksi Widiyatmana mengaku giginya masih sakit sampai saat ini, karena dipopor senjata.
Mulai Selasa (2/7) kemarin, sidang penyerangan LP Cebongan, Sleman, menghadirkan saksi. Dari 4 saksi yang dijadwalkan, hanya 3 yang bisa hadir. Ketiganya adalah pegawai LP. Dari mereka terungkap sisi-sisi lain penyerangan prajurit Kopassus yang menewaskan 4 tahanan. Apa saja?
Kepala Keamanan LP Cebongan Margo Utomo mengungkap sisi-sisi lain dalam penyerangan LP. Ada tepuk tangan, rentetan tembakan, dan teriakan ancaman mengerikan.
Saat terjadi peristiwa penyerangan LP Cebongan oleh oknum Kopassus, kondisi sangat mencekam. Namun saksi sempat mendengar pelaku memerintahkan tahanan tepuk tangan. Plok, plok, plok, tanda 'eksekusi' telah rampung.
Kegaduhan terjadi saat LP Cebongan Sleman diserang prajurit Kopassus yang kini jadi terdakwa. Dalam sidang terungkap, banyak teriakan dan tembakan selama 4 tahanan di-'eksekusi'.
Pegawai LP Cebongan Hendrawan Tri Widiyanto tak merespons berlebihan saat penyerang LP datang. Bahkan ia cenderung cuek. Ia baru kaget setelah diminta tiarap dan terdengar tembakan berkali-kali.
Pegawai LP Cebongan Hendrawan Tri Widiyanto bersaksi di sidang dengan terdakwa prajurit Kopassus. Ia menceritakan semuanya, dari masuknya kelompok berpenutup kepala hingga tembakan beruntun.
Sidang kasus penyerangan LP Cebongan dengan terdakwa 12 oknum Kopassus kembali digelar. Sidang ke-5 ini mengagendakan keterangan dari saksi. Eks kalapas absen.