Industri telco RI menghadapi 'telco paradox' dengan pertumbuhan data tinggi namun pendapatan rendah. Beban regulasi tinggi jadi penghambat infrastruktur digital
Bima Arya menolak pemutusan jaringan telekomunikasi, menegaskan layanan publik harus diutamakan. Kolaborasi pemerintah dan industri diperlukan untuk solusi.
Wamenkomdigi Nezar Patria soroti regulatory cost 12% yang hambat daya saing industri telekomunikasi. Ia mendorong harmonisasi peraturan untuk efisiensi.
Kementerian Komunikasi dan Digital menargetkan peningkatan cakupan sinyal 5G di RI hingga 7% pada 2029, dengan fokus pada spektrum, infrastruktur, dan regulasi.
Komdigi targetkan kecepatan broadband nasional 60 Mbps di 2026 dan meningkat hingga 100 Mbps di 2029. Indosat Ooredoo Hutchison ungkap faktor kuncinya.