Ketegangan geopolitik global memicu krisis energi melalui gangguan pasokan dan lonjakan harga. Indonesia perlu memperkuat ketahanan dan diversifikasi energi.
Krisis global akibat konflik Timur Tengah dorong 12 negara ajukan pinjaman baru. IMF proyeksikan kebutuhan dana hingga US$ 50 miliar untuk mitigasi dampak.