Menanggapi hal tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan rencana merger tersebut merupakan keputusan bisnis yang diambil oleh kedua perusahaan.
Merger XL Axiata dan Smartfren belum mengungkap pemimpin XLSmart. Merza Fachys menegaskan keputusan ada di pemegang saham, kemungkinan diumumkan Q1 2025.
Smartfren laporkan alami penurunan pendapatan menjadi Rp 8,5 triliun di Q3 2024. Pihaknya berharap bisa tumbuh lebih baik setelah merger dengan XL Axiata.
Pihak Galeri Nasional Indonesia menegaskan tidak ada pemberedelan terhadap lukisan Yos Suprapto. Yos disebut mengundurkan diri dari pameran tanpa paksaan.