Latief mengaku anak buah langsung Soeharto sejak tugas di Yogya. Nomor Registrasi Pokok keduanya berurutan. "NRP saya 10685, sedangkan NRP Pak Harto 10684.
PFN sempat masuk masa kelam hingga jadi salah satu BUMN yang memiliki neraca keuangan negatif dengan utang mencapai Rp 11 miliar dan menjadi BUMN Dhuafa.
Nama perusahaan pembuat film 'Si Unyil' yaitu Perum PFN kembali hadir meramaikan industri film. PFN baru meluncurkan film remaja berjudul Kuambil Lagi Hatiku.