Sejumlah kontroversi menyelimuti W.R. Supratman. Soal tanah kelahiran misalnya, sampai dua kali dibawa ke Pengadilan Purworejo. Sempat disebut lahir di Jatinegara, tapi itu untuk gengsi-gengsian saja.
Kebijakan Pemerintah Arab Saudi memangkas kuota haji dan umrah membuat biro haji kalang kabut. Pengurangan hingga puluhan ribu jemaah mengakibatkan kerugian hingga ratusan miliar rupiah.
Empat ekor gajah mati di Aceh dalam sebulan, dua di antaranya dibantai untuk diambil gadingnya. Pemerintah didesak segera membentuk Komnas Perlindungan Binatang.
Pengedar uang asing palsu ditangkap Polda Jawa Tengah. Pelaku mengklaim berasal dari Perkumpulan Sri Paduka Maharaja, yang membiayai kegiatan raja-raja se-Nusantara.