China sudah lama berencana mengembangkan proyek Belt and Road Initiative di Afghanistan. Dengan berkuasanya Taliban, apakah Beijing masih memiliki niat sama?
Eks Menkumham, Hamid Awaludin, mengungkap kepentingan China dan Rusia menjalin hubungan dengan Taliban. Hamid menyebut hubungan itu saling menguntungkan.
Jatuhnya Afghanistan ke tangan Taliban juga berarti beralihnya kekuasaan atas harta karun mineral dan logam di negeri tersebut. Nilainya Rp 14.000 triliun!
Warga Uighur pergi ke Afganistan untuk menghindari kebijakan keras China. Akankah Taliban memaksa mereka menghadapi kekerasan yang mereka hindari di China?
Presiden Rusia, Vladimir Putin, dan Presiden China, Xi Jinping, sepakat meningkatkan upaya menangkal 'ancaman-ancaman' dari Afghanistan usai Taliban berkuasa.