Pembagian beban alias burden sharing antara pemerintah dengan BI akan berlanjut hingga 2022. BI akan lanjut membeli Surat Berharga Negara sebesar Rp 224 triliun
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut kenaikan suku bunga acuan atau BI 7 days reverse repo rate kemungkinan baru akan dilakukan pada akhir 2022