Jenderal Australia minta maaf karena tentaranya membunuh 39 warga Afghanistan beberapa tahun lalu. Presiden AS, Donald Trump, kembali mengklaim menang pilpres.
Fethullah Gulen, seorang pengkhotbah Muslim yang berbasis di AS telah dituduh memerintahkan kudeta gagal tersebut. Gerakan yang ia pimpin telah dilarang.