detikNews Tim Ekonomi Tidak Akan Direshuffle Isu reshuffle terus menjadi wacana menarik. Namun sepertinya SBY tidak akan melakukannya. Minggu, 17 Sep 2006 16:57 WIB
detikFinance Kenaikan TDL Sebaiknya Tunggu Inflasi Stabil Rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebaiknya menunggu kondisi inflasi stabil. Minimal setelah melihat hasil inflasi selama kuartal I-2006. Kamis, 16 Mar 2006 13:52 WIB
detikNews Menjual Pulau, Membeli Garmen Demikianlah, awal pekan ini kita benar-benar dibuat prihatin: beberapa pulau di NTT dibeli orang asing, sementara Pasar Tanah Abang dipenuhi oleh garmen impor Cina. Senin, 27 Feb 2006 10:15 WIB
detikFinance Indef: Kebijakan Industri Tak Memihak Dunia Usaha Kebijakan pemerintah di sektor ekonomi dinilai semakain tidak jelas. Apalagi pascakenaikan harga BBM yang membuat industri nasional kolaps. Kamis, 27 Okt 2005 05:28 WIB
detikFinance Pertumbuhan 6% Tahun 2006 Sulit Pertumbuhan ekonomi sebesar 6-6,2 persen dalam RAPBN 2006 diyakini akan sulit untuk dipenuhi karena masih banyak masalah yang menghadang. Selasa, 20 Sep 2005 19:02 WIB
detikFinance Ditjen Bea Cukai & Ditjen Pajak Laksanakan Audit Gabungan Ditjen Bea Cukai dan Ditjen Pajak kerap dituding sebagai lembaga yang banyak mengalami kebocoran. Makanya, keduanya pun melaksanakan audit gabungan. Senin, 04 Jul 2005 12:36 WIB
detikFinance SP Usulkan Nama Baru Calon Direksi & Komisaris Semen Gresik Serikat Pekerja Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa menjagokan nama baru untuk ikut fit & proper test calon direksi dan komisaris Semen Gresik. Jumat, 03 Jun 2005 15:16 WIB
detikFinance Rupiah Langsung Melesat ke Rp 9.545 per Dolar AS Upaya BI dan pemerintah untuk mendongkrak nilai tukar Rupiah membuahkan hasil yang memuaskan. Rupiah ditutup menguat ke Rp 9.545/dolar AS. Rabu, 27 Apr 2005 17:37 WIB
detikFinance 4 Kebijakan BI Dinilai Efektif Untuk Kuatkan Rupiah Empat kebijakan yang dikeluarkan BI untuk mengangkat nilai tukar Rupiah dinilai akan efektif, terutama untuk mempersempit ruang spekulasi. Rabu, 27 Apr 2005 14:13 WIB
detikNews Chatib Basri : Pengurangan Subsisi BBM Wajar Pengamat ekonomi Universitas Indonesia Chatib Basri menilai rencana pemerintah untuk mengurangi subsidi bahan bakar minyak sebagai langkah wajar. Sabtu, 26 Feb 2005 13:46 WIB