Di kawasan ini terdapat dua gereja tua yakni Paulus dan Santa Theresia. Menurut Adolf Heuken dalam bukunya 'Gereja-Gereja Tua di Jakarta' keduanya dapat dikelompokkan dalam karya arsitektur Nieuwe Zakelijkheid.
Dulunya, daerah tempat gereja ini ada dikenal dengan nama Balimeester. Pasalnya kawasan ini dibuka oleh Meester Cornelis, seorang penginjil suku-bangsa Banda di awal gereja di Batavia.
Ada dua buah batu nisan di depan pekarangan gereja. Selain itu masih banyak batu nisan yang dimasukkan ke dalam tembok. Dikisahkan jika nisan tersebut dibawa ke sini dari tanah di belakang Kantor Pos Besar pada November 1913.
Tak hanya ada orgel raksasa yang terpampang di langit-langit gereja, tapi di sana juga disimpan Kitab Suci yang dicetak tahun 1748 oleh N.Goetzee di Belanda.
Meski Gereja Sion pernah beberapa kali terancam ingin dialih fungsikan jadi tempat abu tentara yang gugur (1943), jadi pabrik pada 1953 sampai ketika rusuh Mei 1998, namun ia tetap berdiri hingga sekarang ini.
Gereja ini dilindungi Undang-Undang sebagai cagar budaya di tahun 1972. Gereja Maria de Fatima yang dibuka untuk publik pada 1955 silam hingga kini tetap menjaga gaya bangunan khas Fukien atau Tiongkok Selatan.
Tak cuma Yogya, Semarang juga punya tugu yang tak kalah terkenal. Datanglah ke tugu ini ketika sunset menjelang. Saat itu, Anda bisa melihat cantiknya semburat jingga yang hendak pulang ke peraduan.
Sebuah meriam kuno yang ditemukan di Dundee Beach, Darwin, Australia, di tahun 2010, dipastikan berasal dari tahun 1760-an atau sebelum kedatangan Kapten Cook di wilayah itu. Para pelaut dari Makassar, yang waktu itu sudah menjelajah Australia Utara untuk mencari teripang, diperkirakan sengaja meningalkan meriam itu.