Situs Wikileaks benar-benar membuat dunia panik. Tak cuma membuat Amerika Serikat Gerah atas bocornya diplomasi negara Adi Kuasa itu, Wikileaks juga menyebut China, siap meninggalkan negara Kim Jong-il tersebut.
Di tengah meningkatnya tensi di Semenanjung Korea, pemimpin Korut Kim Jong-Il dan anak bungsunya yang merupakan penerusnya, Kim Jong-un, menyempatkan diri konser musik.
Para wartawan yang meliput ketegangan di perbatasan Korea Selatan diminta segera meninggalkan Pulau Yeonpyeong. Sementara China yang merupakan sekutu Korea Utara, diminta bersikap adil terhadap masalah dua negara Korea ini.
Evakuasi warga dan wartawan di Pulau Yeonpyeong, Korea Selatan, ke dalam bungker, rupanya beralasan. Militer Korsel mendengar suara artileri dari wilayah Korut!
Hari Minggu berlangsung menegangkan di Semenanjung Korea. Korea Selatan dan AS akhirnya menggelar latihan perang. Sebagai balasannya, Korut mengarahkan rudal-rudalnya ke Korsel.
Diktator Korut Kim Jong Il danĀ suksesornya, Kim Jong Un, dilaporkan mengunjungi markas artileri, yang menembakkan serangan ke Korsel, beberapa jam sebelum serangan terjadi. Serangan ini dianalis untuk memoles Kim muda yang kurang dikenal.
Amerika Serikat (AS) yakin serangan artileri ke Korea Selatan minggu ini sebagai tindakan terisolasi Korea Utara. Pyongyang juga diyakini tidak akan memperpanjang kampanye militernya itu.
Presiden Barack Obama menggambarkan Korea Utara sebagai ancaman yang menekan dan memberikan dukungan yang tak tergoyahkan pada Korsel. Dia enggan berspekulasi militer AS akan terlibat dalam pertikaian ini.