IHSG kembali melemah 15 poin seiring dengan kurang bergairahnya bursa-bursa global, terutama Wall Street. Harga komoditas yang cenderung turun pun menjadi sentimen negatif.
Bank Indonesia (BI) menahan BI Rate di level 6,75%. Keputusan ini diambil karena masih tingginya ekspektasi inflasi ke depan akibat harga pangan dunia yang tinggi.
Gempa susulan terus mengguncang Jepang. Hari ini bahkan sudah dua kali gempa susulan terjadi. Akibatnya, para pekerja di PLTN Fukushima pun diperintahkan untuk meninggalkan lokasi.
Operator PLTN Fukushima Daiichi, Tokyo Electric and Power (TEPCO) mengkhawatirkan kebocoran radiasi pada akhirnya bisa melebihi bencana nuklir Chernobyl pada tahun 1986 silam.
Otoritas nuklir Jepang menaikkan level darurat nuklir ke level 7 atau skala maksimum dari sebelumnya level 5. Ini berarti krisis nuklir di PLTN Fukushima sama buruknya dengan bencana nuklir Chernobyl.
Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG berhasil cetak poin tipis setelah bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan. IHSG menjadi satu-satunya bursa di Asia yang menguat.