Satai dari daging sapi atau kambing ini ternyata punya racikan yang agak berbeda di Jakarta, Purwakarta dan Cianjur. Penasaran kami pun mencoba ketiganya, hmm... mana ya yang lebih mak nyuss?
Nasi kebuli yang mengepul panas, menggoda kami yang telah seharian menahan haus dan lapar. Tak heran dalam sekejap butiran nasi yang berlumur rempah pun hilang dalam tiap suapan. Apalagi dipadu dengan sop kambing dan marak kambing yang empuk hangat beraroma harum. Alhasil semua hidangan pun tandas, tak bersisa! Sungguh sebuah hadiah 'kemenangan' berbuka puasa yang pas!
Kala itu tahun 1902. Suku Marind Anim takjub melihat ada kapal uap bisa melintas tanpa dayung. Saat pendatang menunjuk Sungai Maro, orang Marind Anim menyebut 'Maro-ka'.
Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-62 merupakan saat yang tepat untuk kembali menggugah rasa cinta pada kuliner nusantara. Anda bisa menikmati hari libur dengan mencicipi enaknya ayam tuturuga dari Minahasa, satai lilit dari pulau dewata, mpek-mpek dari Palembang hingga soto banjar dari dapur Kalimantan. Semuanya diracik dengan bumbu asli dalam suasana nyaman berkelas bintang lima!
Bagi Tim Ekspedisi BBN 2007, perjalanan menyusuri Trans Sulawesi merupakan petualangan kuliner. Pedasnya dabu-dabu, berlemaknya kaledo dan hangatnya konro, sedaaap!
Sejak tinggal di Indonesia, model asal Kanada itu paling hobi berlibur keliling kota Indonesia, berburu budaya dan makanan. Mike pun pernah sampai mules gara-gara dikerjai mercon.
Rujak cingur yang disajikan dengan apik beralas daun pisang ini royal akan bumbu petis dan sayuran segar. Belum lagi tahu gunting yang menggoda dengan taburan kerupuk yang renyah meriah. Semuanya disajikan segar. Segelas wedang jahe dan bandrek kelapa muda yang pedas-pedas hangat dan harum menjadi pengiring yang pas di tengah rintik-rintik hujan. Rasanya? hmm...uenak tenann!