Seperti yang ditemukan di Kampung Langon II, Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Pulomerak, Cilegon. Sebelas anggota keluarga Sabawi, selama tiga bulan, mengkonsumsi jantung pisang dan daun singkong karena tidak mampu membeli beras.
Ingin bersantap bagai Raja Melayu? ke Restoran Raja Melayu saja! Aneka hidangan dari tanah melayu, mulai dari gulai kepala ikan, pindang ikan patin, hingga berbagai minuman melayu tersedia di restoran ini. Pilihan ragam makanan dan pelayanannya yang ramah, dijamin membuat Anda makan terus dan terus...hmm nikmat!!
Sajian ndeso Gunung Kidul yang tandus ini mampu mengobati rindu. Nasi merah pulen hangat mengepul, disiram sayur gurih lombok ijo yang pedas-pedas manis. Dinikmati sambil duduk bersila di atas bale-bale bambu beralas tikar, luar biasa sedap! Tentu saja ditambah empal, babat dan iso yang diungkep, empuk dan gurih plus belalang goreng yang kres...kres!
Resto Padang yang berusia lebih dari 30 tahun ini masih memelihara kualitas masakannya. Rendang dagingnya berbumbu cokelat pekat, diselimuti minyak merah oranye yang sangat menggiurkan. Belum lagi ayam gorengnya yang krenyes-krenyes, gurih di luar dan sangat lembut di bagian dalam. Kami pun tambo dan tambo lagi...!
Hidangan home cooking gaya Semarangan ini memang melipur rasa kangen kampung. Bukan hanya racikan hidangan yang miroso tetapi juga penuh ranjau. Dari sayur gudeg yang gurih legit wangi sampai sambil sambal tempe yang puuedesss, membuat kami berlelehan keringat dan makan lagi dan lagi!
Siapa tak kenal sambal pecel. Salah satu penggemar beratnya Kapten Kavaleri Valian Wicaksono, anggota TNI yang akan dikirim ke Libanon ini tidak lupa membawa makanan ini.
Bukan hanya karena masih bersuasana Idul Fitri, sesuatu yang berbau ndeso selalu membangkitkan nostalgia kampung yang luar biasa. Ya, demi sepotong nostalgia dan seribu alasan, akhirnya sepiring sego pecel khas Madiun mampu melipur rasa kangen kampung. Yang ini memang benar-benar sedep mantep!