IHSG diperkirakan akan bergerak variatif dengan kecenderungan melemah. Posisi IHSG yang masih cukup tinggi bisa dimanfaatkan investor untuk ambil untung.
Bank Indonesia (BI) mencatat penurunan cadangan devisa (cadev) di bulan Maret 2014 menjadi sebesar US$ 102,6 miliar dari Februari 2014 yang mencapai US$ 102,7 miliar.
Tidak dapat dipungkiri ekonomi nasional dalam lima tahun terkahir semakin kokoh di tengah ujian ketidakpastian dan sejumlah krisis ekonomi global. Fundamental ekonomi Indonesia diuji melalui serangkaian goncangan yang bersumber dari eksternal.
Beberapa bank sentral di dunia pun kerap melakukan aksi beli emas secara tiba-tiba untuk menambah cadangannya. Terakhir, adalah Irak melalui bank sentralnya tiba-tiba memborong 36 ton emas.
Ketum NasDem Surya Paloh menjabarkan bangunan koalisi yang disiapkan untuk Pilpres 2014. Selain itu, dia juga menjabarkan visi ekonomi yang dibawa NasDem untuk Indonesia.
Pasca pelaksanaan Pemilu 2014, khususnya memasuki tahun 2015 mau tidak mau Indonesia akan masuk dalam tahap penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN. Tahap ini jelas menghasilkan ancaman sekaligus tantangan bagi bangsa Indonesia untuk tetap eksis ke depan.
Capital inflow berupa hot money atau uang panas masuk ke dalam negeri. Diperlukan penjagaan kestabilan ekonomi yang baik, agar rupiah tidak kembali melemah.
Bank Indonesia (BI) dan pemerintah mengklaim penguatan rupiah yang membuat dolar AS meninggalkan Rp 12.000 adalah karena ekonomi membaik. Benarkah klaim tersebut?