Salah satu hal menarik saat berpetualang adalah mencicipi kuliner khas daerah yang kita kunjungi. Seperti halnya jika berada di Papua. Papeda, inilah kuliner khas yang tidak bisa anda lewatkan begitu saja. Lembut begitu sensasinya saat dimakan bersama ikan kuah kuning.
Berada di Senggo, desa terpencil di pedalaman Papua akan membuat anda merasa nyaman dengan segala keramahannya. Keberagaman warganya bagaikan miniatur Indonesia di ujung timur nusantara
Saat para ahli di dunia melakukan berbagai penelitian mengenai tempat tiinggal yang selaras dengan alam, nun jauh di timur Indonesia, pedalaman Papua, Suku Korowai telah mempraktekkannya sejak ratusan tahun lalu
Merauke, tempat berbaurnya masyakat dari berbagai daerah di Indonesia.Rasakan keramahannya. Berada disana seperti tidak merasa berada di ujung timur negeri ini. Karena disana anda juga rasakan Indonesia sebenarnya
Mulai dari main sekolah hingga aktifitas pemerintahan semuanya dilakukan di atas papan. Bermain bola dan aktifitas jual beli juga di atas papan. Mendengar suara bsising papan terinjan sudah menjadi kebiasaan sehari-hari. Inilah keunikan Agats, Ibu Kota Kabupaten Asmat yang mendapat julukan Kota di Atas Papan
Ngobrolin soal kopi memang selalu ramai. Tak cuma para pembicaranya yang asyik, para peserta yang terdiri dari para pencinta kopi pun tak kalah seru. Apalagi selain berbagi ilmu seputar kopi, para peserta juga kebagian hadiah dan goodie bag. Asyik kan?
Dibangun tahun 1870, Mesjid Wertuer di Kampung Patimburak, Fakfak, tercatat sebagai mesjid tertua dan Menjadi awal bagi masuknya ajaran agama Islam di Tanah Papua.
Landas pacu itu tergolong pendek dan hanya bisa didarati oleh pesawat berukuran kecil. Memanjang sejajar dan berbatasan langsung dengan garis pantai. Di sisi lain, setelah melewati beberapa anak tangga berwarna merah, berdiri sebuah bangunan dengan gaya khas Papua, dengan gapura sederhana berdiri di depannya. Selamat datang di Fakfak.