Seorang penulis Jerman mendapat kesempatan langka mendatangi wilayah yang dikuasai kelompok militan yang menamakan diri Negara Islam atau dulu disebut ISIS. Bagaimana kisahnya?
Serangan-serangan udara koalisi Amerika Serikat-Arab telah menewaskan lebih dari 1.000 jihadis di Suriah, dalam tiga bulan terakhir ini. Nyaris seluruh korban tewas tersebut berasal dari kelompok ISIS.
Pemerintah Kurdi mengatakan pasukan Peshmerga telah mengambil alih kekuasaan "wilayah luas" kota Sinjar, Irak dari ISIS. Kota di dekat perbatasan Suriah tersebut dikuasai milisi ISIS sejak bulan Agustus.
Sebuah unjuk rasa besar-besaran menentang "Islamisasi Barat" berlangsung di Dresden, Jerman. Dresden adalah tempat kelahiran gerakan yang disebut "Warga Eropa Patriotik Terhadap Islamisasi Barat" (Pegida).
Drama penyanderaan di kafe Lindt, Sydney, Australia, masih berlangsung hingga saat ini. Pelaku terlihat membawa sebuah bendera warna hitam dengan tulisan huruf arab.
Menyusul masalah finansial, World Food Programme menyatakan akan menghentikan bantuan dana untuk masyarakat Suriah. Tapi setelah didukung kampanye media sosial, lembaga PBB tersebut menyatakan akan kembali mengalirkan bantuan bagi 1,7 juta warga disana.
Jaksa Agung Australia George Brandis mengungkapkan setidaknya 20 anggota ISIS asal Australia tewas saat berjuang bersama kelompok teroris itu di Suriah dan Irak. ISIS telah menggunakan Australia sebagai "umpan meriam, bom dan alat propaganda".
Salah satu pemimpin jaringan Al-Qaeda di Yaman mengkritisi ISIS. Tokoh senior ini menyebut pemenggalan yang dilakukan ISIS sebagai tindakan yang tidak Islami.