Rasa penasaran akan nikmatnya nasi pecel membuat aku rela untuk menempuh perjalanan puluhan kilometer dari rumah, hanya khusus untuk menikmati nasi pecel ini.
Anda pasti sering tiba di Bandara Soekarno-Hatta dalam keadaan lapar. Kemacetan lalu lintas. Buru-buru karena khawatir terlambat. Dan berbagai alasan lain. Untungnya, di setiap terminal di bandara selalu ada tempat makan yang dapat menjadi tujuan.
Rumah makan di Jalan Ceintuurbaan 103, Amsterdam, Belanda, hampir tidak pernah sepi. Mereka umumnya pelancong dari Indonesia, warga Indonesia di Belanda atau pun warga asli Belanda.
Nasi hitam ini rasanya unik karena bumbu rawon dipakai sebagai pewarna alaminya. Lauknya bisa dijodohkan dengan yang sesuai selera. Nikmati selagi hangat dan rasakan harum sedap aromanya!
Belasan preman merusak warung di kawasan Mayjen Yono Sewoyo, Dukuh Pakis. Pemicunya, pemilik warung menolak membayar uang setoran yang diminta sebesar Rp 250 ribu.
Mencicip makanan di Pasar Terapung ternyata butuh keahlian akrobat. Gelombang-gelombang air yang terjadi akibat laju kelotok-kelotok lain membuat kelotok kami bergoyang kekiri dan kekanan. Membuat kami mengeluarkan teriakan-teriakan kecil. Pengalaman makan penuh tawa yang baru kali ini saya rasakan.
Mencicip makanan di Pasar Terapung ternyata butuh keahlian akrobat. Gelombang-gelombang air yang terjadi akibat laju kelotok-kelotok lain membuat kelotok kami bergoyang kekiri dan kekanan. Membuat kami mengeluarkan teriakan-teriakan kecil. Pengalaman makan penuh tawa yang baru kali ini saya rasakan.
Sepiring nasi hangat dengan asap yang masih mengepul, menikmati Pamerasan Daging Kerbau ditemani sambal Lada Tu'tuk dan segelas jus Tamarella yang segar.
Sepiring nasi hangat dengan asap yang masih mengepul, menikmati Pamerasan Daging Kerbau ditemani sambal Lada Tu'tuk dan segelas jus Tamarella yang segar.