Pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) tidak semulus yang diharapkan pemerintah. Masyarakat miskin di Kabupaten Situbondo, Jatim resah, menyusul belum diterimanya dana BLT.
Meski berpendapatan Rp 15 ribu - Rp 40 ribu perhari, Suheri (40) sopir lyn ini berharap mendapat BLT. Sebab dia sama sekali belum pernah mencicipinya bantuan subsidi BBM.
Agar tidak diperjualbelikan, distribusi kartu BLT akan diawasi secara ketat. Pemprov DIY meminta masing-masing pemerintah kota dan kabupaten serta kejaksaan untuk ikut mengawasi.
Adanya penolakan program BLT oleh kepala desa di berbagai daerah di Jabar, dinilai bukan sikap penolakan namun hanya menyampaikan usulan kepada pemerintah pusat agar BLT diganti padat karya.
Seluruh rumah tangga sasaran BLT telah tercatat dan datanya ada di kantor pos. Pemerintah yakin tidak ada keluarga miskin yang berhak, terlewatkan dalam daftar itu.