Pemerintah Amerika Serikat ternyata telah menghentikan pengiriman bom ke Israel sejak pekan lalu karena kekhawatiran negara itu akan menyerang kota Rafah.
Sayap bersenjata Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam, mengklaim telah menembakkan rentetan roket ke arah pasukan Israel di perlintasan perbatasan Kerem Shalom.
Raja Yordania Abdullah meminta kepada Presiden AS Joe Biden untuk menghentikan "pembantaian" warga sipil Palestina di Rafah, Jalur Gaza bagian selatan.
Tiga tentara Israel tewas dalam serangan roket Hamas di perlintasan perbatasan Kerem Shalom, dekat Rafah, Gaza. Sebagai pembalasan, Tel Aviv menggempur Rafah.
Israel dilaporkan berencana untuk memindahkan warga Palestina keluar dari Rafah ke sebidang tanah kecil di sepanjang pantai Gaza menjelang rencana invasi.
Gedung Putih mengungkapkan bahwa Israel setuju untuk berkonsultasi dengan AS sebelum melancarkan invasi darat ke kota Rafah, Jalur Gaza bagian selatan.