Situasi revolusi tersebut tidak hadir begitu saja, ia mengalami proses perjalanan yang panjang dan memiliki akar genealogi yang kuat dengan peperangan.
Seorang Pria (40) ditangkap di Tokyo setelah melemparkan sejumlah bom molotov ke markas partai berkuasa. Peristiwa ini terjadi menjelang pemilihan umum.
Dua penemuan mengejutkan terjadi di Ciwidey dan Jatinangor, dengan mortir dan granat aktif ditemukan. Polisi segera mengamankan dan meledakkan benda berbahaya.
Warga Cipete Selatan, Cilandak, menemukan dua benda diduga mortir di dalam rumah kosong. Tim Jibom Gegana Polda Metro Jaya diturunkan melakukan penyisiran.
Polisi menangkap dua kepala desa setelah terjadi bentrokan berdarah antara Desa Ile Pati dan Desa Bugalima, Flores Timur, NTT. Total 22 orang ditangkap.