Performa Juventus pada awal musim 2015/2016 amat jauh dari memuaskan. Dari lima laga Serie A, hanya dua kemenangan yang berhasil diraih skuat berjuluk "Si Nyonya Tua". Sisanya, satu hasil imbang dan dua kekalahan.
Juventus gagal meraih kemenangan ketika menjamu Frosinone. Tampil dominan dan unggul 1-0 hingga menit ke-90, keunggulan Bianconeri sirna setelah Leonardo Blanchard mencetak gol di menit-menit akhir. Skor akhir 1-1.
Juventus kebobolan lebih dulu saat dijamu Manchester City di matchday 1 Liga Champions. Namun, Bianconeri bisa membalikkan situasi dan berbalik mengalahkan The Citizens dengan skor 2-1.
Juventus masih belum bisa menang di pekan ketiga Serie A dan bahkan mereka nyaris kalah dari Chievo Verona. 'Si Nyonya Besar' butuh penalti Paulo Dybala menjelang akhir babak kedua, untuk memaksa laga tuntas dengan skor 1-1.
Juventus ditinggal oleh beberapa pemain pentingnya di awal musim ini, salah satunya adalah Carlos Tevez. Tanpa striker asal Argentina itu, Bianconeri disebut seperti rumah tanpa fondasi.
Juventus melakukan perekrutan besar-besaran di musim panas ini. Langkah ini disebut Direktur Umum Juve Giuseppe Marotta untuk menutup jarak di skuat, sekaligus mengantisipasi lonjakan nilai transfer musim depan.
Ada fenomena menarik di awal musim 2015/2016 ini. Sejumlah tim besar Eropa memulai langkahnya dengan goyah. Adakah kaitannya dengan kebijakan mereka di bursa transfer musim panas ini?
Juventus menelan kekalahan kedua pada lanjutan Serie A 2015/2016. Kali ini Juve kalah 1-2 di markas AS Roma. Hasil itu tidak lepas dari rapuhnya lini tengah Juve dalam mengantisipasi serangan Roma dan juga aksi dari Mohammed Salah untuk tim tuan rumah.