Hujan hasil teknologi modifikasi cuaca turun di sejumlah daerah. Hujan buatan ini membuat titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berkurang.
Sebanyak 919 ribu warga di Kalimantan dan Sumatera terkena infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) akibat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hujan buatan menjadi salah satu opsi mengatasi karhutla di Sumatera dan Kalimantan. Namun BPPT menyampaikan adanya kendala dalam menciptakan hujan buatan.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur kian menjalar ke beberapa wilayah hingga kawasan Cagar Alam Kersik Luwai.