Dalam upaya mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen, Eddy mendorong pemerintah melakukan reformasi struktural, agar mampu mengurai hambatan usaha dan investasi.
Deflasi 0,37% di Indonesia jadi alarm bahaya ekonomi. PHK meningkat, daya beli anjlok, dan pertumbuhan ekonomi diproyeksi di bawah 5% pada kuartal II-2025.