Gus Miftah menyebut bahwa sebagai pemilik tempat pentas dia tidak terlibat dalam penyusunan lakon wayang kulit itu. Soal lakon merupakan domain sang dalang.
Setelah dibanting-banting, wayang itu lalu diserahkan kepada orang lain dengan ucapan, "Diremuk! Diremuk!" sambil menyebut nama-nama orang yang diminta merusak.
Gus Miftah minta maaf atas kegaduhan dari pentas wayang di ponpesnya yang menunjukkan dalang menghajar 'wayang berpeci' diduga mirip Ustaz Khalid Basalamah.
Warseno mengatakan sepanjang pertunjukan tak ada ucapan dalang menyebut nama siapapun. Namun dia minta maaf kepada yang kurang nyaman melihat pementasan itu.