Nokia Technology tidak ingin namanya tenggelam di pasar gadget. Selain bersiap kembali ke pasar smartphone dengan merilis ponsel dengan merek Nokia di 2016, perusahaan asal Finlandia ini juga menyiapkan wearable gadget.
Kapal besar Microsoft tengah dihantam ombak besar. Hal ini setelah laporan keuangan raksasa teknologi itu menunjukkan kerugian bersih (net loss) USD 3,2 miliar di Q4 tahun fiskal 2015.
Nokia baru-baru ini memberikan bocoran soal acara VIP yang akan digelarnya pada 28 Juli. Kabarnya, di acara ini juga akan diperkenalkan produk baru berupa headset virtual reality (VR).
Nokia tengah menyelesaikan kesepakatan penjualan peta digital Here Maps dengan tiga pabrikan mobil mewah asal Jerman, yakni BMW Group, Audi, serta Mercedes-Benz. Nilai penjualannya diperkirakan mencapai 2,5 miliar euro atau sekitar Rp 36,25 triliun.
Pabrikan gadget kondang Nokia dikabarkan tengah menyelesaikan kesepakatan penjualan peta digital dengan tiga pabrikan mobil mewah asal Jerman, yakni BMW Group, Audi, serta Mercedes-Benz.
Sembari menunggu comeback ke pasar ponsel, Nokia tetap aktif di dunia teknologi. Buktinya, dalam waktu dekat akan ada hajatan spesial yang digelarnya. Acara apa?
Nokia sudah memastikan akan kembali ke bisnis ponsel dengan menggandeng pabrikan lain untuk melakukan proses produksinya. Namun mereka belum mengungkap 'perusahaan papan atas' mana yang akan digandeng.
Nokia dan BlackBerry pernah merajai industri ponsel. Kini Nokia fokus ke bisnis lain setelah divisi ponselnya dijual ke Microsoft. Dan BlackBerry masih keteteran melawan deretan ponsel Android dan iPhone.